Jumlah Baris dalam Satu Paragraf

Paragraf atau alenia merupakan bagian awal penyampaian gagasan atau informasi. Penulisan antarparagraf harus memiliki ketersambungan satu sama lain. Di sini juga diuji kemampuan menulis seorang peneliti.

  1. Paragraf atau alinea harus menjorok ke kanan atau ketukan ketujuh dari batas tepi kiri. Dalam program komputer, peneliti dapat digunakan penjorokan baku (default indentation).
  2. Dalam setiap alinea, ada satu poin pokok yang ingin disampaikan. Kalimat selebihnya merupakan pendukung. Kalimat pokok tersebut tidak selalu harus di depan, melainkan bisa dimainkan dan diletakkan di mana saja. Kalimat pokok merupakan gagasan utama, sementara kalimat pendukung menjadi uraian tambahan.
  3. Jumlah baris dalam satu alinea adalah relatif. Disarankan untuk tidak terlalu pendek atau terlalu panjang. Ukuran relatif tersebut  ideal terdiri dari 4 sampai 10 baris.

Jumlah Kata dalam Satu Paragraf

Berapa banyak kalimat dalam satu paragraf? Tidak ada ketentuan khusus dalam hal ini. Akan tetapi, dalam penulisan karya ilmiah, biasanya disarankan tiga sampai lima kalimat, atau minimal tiga baris. Apakah ketentuan tersebut sudah paten?

Dalam KBBI, paragraf adalah bagian bab dalam suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru). Hal ini mengisyaratkan bahwa paragraf paling tidak mengandung dua kalimat: satu kalimat pokok dan satu kalimat penjelas.

Akan tetapi, berbeda dengan penjelasan Windy Ariestanty yang disampaikan kepada Ivan Lanin. Menurutnya, paragraf bisa saja hanya terdiri atas satu kalimat. Uraian bausastra Merriam-Webster tentang paragraf tampaknya berpihak pada Windy, “a subdivision of a written composition that consists of one or more sentences, deals with one point or gives the words of one speaker, and begins on a new usually indented line.”

Satu paragraf terdiri atas minimum satu kalimat dan maksimum tidak terbatas. Penggunaan satu paragraf satu kalimat biasa digunakan dalam penulisan jurnalistik atau di media massa, baik cetak maupun online. Sementara untuk paragraf yang tidak terbatas cenderung ditemukan dalam penulisan karya ilmiah.

Inti pokoknya bukan pada teknis berapa banyak jumlah kalimat, melainkan apakah ide pokok dalam tersampaikan dalam satu kalimat? Jika tidak, maka perlu ditambahkan kalimat selanjutnya sebagai penjelas. Penambahan ini kalimat penjelas ini disesuaikan dengan kebutuhan penulis. Akan tetapi, sebaiknya tidak terlalu panjang. Paragraf yang panjang cenderung membuat pembaca lelah dan bosan.