“Bagaimana menjelaskan hal kompleks secara sederhana?”

Saya sempat terperenyak dengan pertanyaan itu. Seorang peserta kelas menanyakannya kepada saya. Saya membayangkan bagaimana nalar saya bekerja ketika menjelaskan sesuatu. Saya langsung terpikir dua kata kunci: komponen dan proses. Saya melupakan satu kata kunci ketika itu: definisi.

Suatu hal kompleks biasanya saya uraikan berdasarkan definisi, komponen, dan proses. Definisi dibagi menjadi penggolong (kelompok besar) dan pengkhusus (apa yang berbeda). Berikutnya, komponen menjelaskan penyusun hal itu yang entah mengapa acap berjumlah tiga dan masing-masing bisa diuraikan lagi. Terakhir, proses mencuraikan pembentukan atau perubahan hal itu. Definisi, komponen, dan proses secara naluriah saya gunakan untuk menjelaskan hal kompleks secara (lebih) sederhana.

Contohnya ketika menjelaskan paragraf. Paragraf adalah bagian wacana (penggolong) yang mengungkapkan satu pikiran yang lengkap (pengkhusus). Untuk bisa menjelaskan paragraf, kita perlu memahami tiga komponen: jenis, pengembangan, dan keutuhan paragraf. Tiap komponen itu bisa diuraikan lagi, misalnya jenis paragraf dapat dibagi berdasarkan urutan, pernalaran, ekspresi, dan format. Proses pembuatan paragraf diawali dengan satu kalimat pokok yang selanjutnya dijabarkan oleh beberapa kalimat penjelas dan akhirnya diuji dengan kriteria keutuhan paragraf: kesatuan, kepaduan, kelengkapan, keruntutan, dan konsistensi.